Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

01 Januari 2015

Asa, Rasa dan Tiada

Ada sebuah masa dimana mimpi hanya kata, 
seolah masa depan adalah sesuatu yang tabu untuk dipertanyakan, walau tak ada larangan memimpikan sesuatu yang lebih besar dari bentuk nyata sebenarnya.
Ada sebuah masa dimana harapan adalah omong kosong, 
bualan pemabuk yang memendam dendam pada harapan yang padam.
Ada sebuah musim dimana daun ikhlas meninggalkan ranting kurus yang menjadikan pohon tak lagi gagah dengan hijau, 
ia tak pernah berpaling, sekalipun berkali gugur dan tumbuh karena daun hanyalah raga. 
ia selalu menitipkan jiwanya di dalam batang sebuah pohon sebelum kepergiannya untuk kembali tumbuh di musim yang lain . 
Sampai suatu saat tiba sebuah waktu yang renta karena waktu mengikis usia, tapi cinta tak akan menua dan mati
hanya persepsi hati yang merubah namanya menjadi hampa.
cinta akan selalu ada, sekalipun semua yang mencinta telah berubah menjadi tiada.

17 Agustus 2013

Just promise

Semua hak tak layak menghakimiku
Merampas seolah hidupku bukan milikku
Ketentuan tak menentu pada batas tertentu
Milik siapa semua ini
Untuk siapa aku ini
Berusaha yang tebaikpun belum tentu baik menurut kategori baikmu
Semua pilihan berhak memilih, Memiliki dan tak harus menanti
Proses hanya fase atas waktu yang terlantar 
Tak mampu kutimang waktu dan memanjakanmu agar engkau mau berjalan lambat bersamaku
Kini aku berjalan diatas waktu dan janji yang tak mampu ku dekap
Janjiku adalah janji pada hati yang berjanji 
Janjiku takkan berubah karena Tuhan telah mendengar dan menjaganya tanpa sedikitpun terlelap
Janjiku tak akan berubah seperti janji kematian pada hidup, ia akan selalu sabar menanti untuk menjemputnya kapanpun itu
~*&*~

19 Maret 2012

24 Hour, perfect time

Mendekatah padaku Aku ingin memelukmu erat 
Menangis sampai tertidur pulas 
Terlelap nyaman mendengar, mendesis dan mengadu geraham, 
terbangun dan tersenyum 
selamat pagi sayang berkata 
Kecupan manis sebagai pembuka hari 
Berbisik ”aku ingin memilikimu seutuhnya dan hidup beramamu sampai tua nanti” 
Kita adalah dua elemen hidup yang menyatu indah dalam sebuah komposisi 
Seperti terbangnya air dalam udara 
Menyejukkan ketika menyapa 
Membasahi semua yang terlewati 
Memberikan harapan dan hidup pada dahan dan tanah kering. 

Tidak...ini bukan hanya pada sebuah kesenangan dan kebahagiaan semata 
Kita tersentak terjaga dalam senyuman 
Berlari terdiam, cemas memeluk
Mulai bertanya pada sesuatu yang tak kita ketahui 
Mendekat merayap pada masalah dengan keterbatasan diri 
Menahan lapar dan terus berfikir, 

Kita terbentur tanpa solusi tapi tetap menanti 
Hingga matahari tak lagi melukis bayangan kita 
Ada lelah yang penuh cinta dan cemas yang penuh harap 
Tuhan sempurnakan dalam satu hitungan waktu 
Dimana tangis, tawa, sakit, cinta dan rasa cemas itu ada
Sungguh 24jam yang sempurna 
Tapi garis wajah itu terlihat tegar dan sesekali tersenyum manis

12 Desember 2011

Untitled

Kutemukan Arti dalam catatan perjalanan hidup :
Memiliki yang tak bisa kumiliki
Menyakiti hati yang seharusnya tak tersakiti

Betapa Tuhan menyempatkan dalam menciptakannya,
sebuah keindahan tanpa cela.

Tuhan ciptakan untuknya :
Rasa cinta pada setiap tetes airmatanya
Rasa nyaman pada tatapannya
Keindahan pada senyumannya
dan Kehangatan pada sentuhannya

Tuhan cuptakan untukku sebuah rasa untuknya
tapi mengapa Tuhan tidak menciptakannya untukku

Aku tak ingin menghapus senyum itu dengan ketiadaanku.

Tuhan... Jangan Bangunkan aku bila saat ini Engkau ciptakan mimpi itu ditidurku.
Biarkan aku tetap terlelap sampai waktuku tiba untuk terlelap.
dan biarkan mimpi itu tetap nyata di kehidupanku yang tak nyata.

21 Agustus 2011

G. A. P

Nak...

Bila Bumi memiliki poros untuk berotasi bergerak mengitari semesta searah alur hidup, maka akupun sama atas dirimu.

Inti bumi memiliki kekuatan dan pengaruh atas seluruh yang hidup di atasnya, maka engkau pun sama atas hidupku.

Nak...

Bila Mentari adalah sumber cahaya yang menuntun mata semesta dari kegelapan untuk melangkah, maka engkaupun sama, menuntun pada arah kemana aku harus berbuat.

Nak...

Biarkan jarak menjadi sebuah nama atas kiasan bentangan bumi

Biarkan perbedaan waktu menjalani hidupnya dengan nafas dari setiap detiknya

Biarkan semua musim berganti selaras usianya

Tapi jangan biarkan aku bersedih tanpa senyuman nakalmu.

Nak...

Aku rindu teriakanmu yang mampu buyarkan lelahku

Hai malaikat kecil nan dermawan dengan senyuman, kepakan kembali sayap pelangi itu, bermainlah kembali di halaman rumahmu

Hai malaikat kecil nan tabah bangun dari sakitmu dan berlarilah ke pelukan ibumu, Ia sangat merindukanmu

Hai malaikat kecil nan bijaksana ambillah kain dan seka airmata kami dengan tangan kecilmu

Nak...

Buat hidupku lebih nyata

Memandang matahari sebagai keceriaan

Memandang bunga sebagai keindahan

Memandang kedepan sebagai masadepan

Dan memandang surga sebagai tujuan

17 April 2010

Sebuah Akhir


Kupandangi wajah itu….
Terbaring, bertahan melawan rasa sakit tanpa seucap keluh
Pa….engkau tetap saja selalu menenangkan hati kami
Kupandangi wajah itu….
Terbaring, berusaha berkata dengan jemarimu
Pa…..dalam sakitmu kau ajarkan kami tegar
Sampai engkau ikhlaskan duniamu untuk menghadap Sang Pencipta
Minggu diakhir Januari 03.10,
Engkau pergi meninggalkan senyum termanis tanpa duka, tanpa cemas dan derita,
Pa'..selamat beristirahat di tempat terindah tanpa sebuah rasa sakit
Tunggu kami bila saatnya kami akan datang berkumpul...
Nyenyaklah dalam tidurmu.

01 Maret 2010

Duizend berg

Seribu gunung untuk sebuah nama

Seribu gunung untuk sebuah harapan dan cinta

Seribu gunung yang menyisakan kisah

Dan seribu gunung yang memisahkan raga


Seribu gunung hanya sebuah jarak

Seribu gunung tak akan mampu menghapus cerita

Tertinggal serpihan yang tak mampu tersatukan bukan karena jarak

Tinggi gunung tak menutup pandang kita dari masing masing hati yang tersendiri

Seribu gunung adalah keindahan, pandang dan kenanglah
untuk sebuah cerita yang sudah dan akan terlewati.

11 Februari 2009

Pintaku Bidadari

Aku tidak akan mencari ketika aku sudah menemukan.
A
ku tidak akan bersedih walau ketika hanya senyummu saja yang hadir dihidupku.
Aku tidak akan merasakan cinta sesungguhnya ketika aku belum benar-benar kehilanganmu.
Hingga suatu saat…
Tak ada samudera terluas ketika aku harus menjemput cintaku
Tak ada waktu tersisa ketika aku harus bersamamu
Kau nafas terpanjang dalam hidupku ketika aku mencari mutiara dalam lautan hidup
Kebahagiaanku akan hadirmu, satu detik saat ini adalah selamanya bagi hidupku
Hingga aku Memohon…
Hiduplah bersamaku dan aku akan menjagamu
Menetaplah di jiwaku
Jadilah ibu bagi anak-anak cinta dan berikanlah mereka nama dengan kasih
Tinggallah dalam rumah mungil kita yang ku beri nama HATI.

09 Februari 2009

Cinta Dan Sebuah Kejahatan

Ini cinta atau sebuah kejahatan?
ketika aku mencoba mematahkan sayap bidadari agar ia tak lagi kembali ketempat asalnya dan bisa terus bersamaku, walaupun aku tahu ia diciptakan bukan untuk bertemu pada waktu dan tempat dimana sekarang ini aku berada.


Aku terus bertanya pada benakku yang tak lagi mempunyai
solusi, hanya persepsi-persepsi yang terbentuk tak beraturan karena Tuhan sendiri tak mungkin berkata apapun kepada mahluk seperti aku, kecuali hanya tanda pertanda yang tak mampu ku terjemahkan.

Berdosakah aku mengagumi karya terbesar-MU Tuhan ?

Salahkah aku mencintainya?
Bukankah Engkau sendiri yang menciptakan hati untukku?

H
ingga suatu saat aku melihat sang bidadari menangis, air matanya berkilauan laksana intan berlian membasahi wajah cantiknya tapi ia tidak sedang menangis karena bersamaku akan tetapi ia bersedih karena diciptakan berbeda dengan cintanya.

Mustahil aku membandingkanmu dengan manusia dalam derajat yang sama,
karena kekecewaan itu bukan untukmu, walaupun semua manusia sempurna dalam penciptaannya.

Tuhan, adilkah takdir memisahkan hati yang saling mencinta? Walaupun aku tahu Engkau selalu
mempunyai rencana terbesar dibalik semuanya.

Satu Hati

Kita adalah dua individu satu hati dalam perbedaan
Engkau adalah aku dan kita adalah cinta

Aku jasadmu dan engkau ruh yang menghidupkanku
Ketika seseorang bertanya tentangmu maka akulah jawabannya
K
ebahagiaanku adalah tawamu dan kesediahanmu adalah kesendirianku
Harapanku adalah hidupmu maka biarkan aku menangis untuk kesedihan yang tak terucap olehmu.
B
idadari...
T
ak perlu engkau katakan apa yang menjadi keinginanmu, biarkan cinta yang membaca kegelisahanmu
karena
kita adalah dua individu satu hati dalam perbedaan.

Kita Dalam Perbedaan

Aku adalah malam dan engkau adalah siang.

Ku ikhlaskan dengan hatiku, ku tetapkan pada hidupku

Ku biarkan engkau berjalan pada siang mu dan aku pada malam ku.

Rasa yang tak dapat kita pertahankan bukan karena kita tak mampu merubah dan menjalaninya akan tetapi kita tak dapat berbuat apapun diatas sebuah takdir.

Kau mampu berjalan pada malam ku dan aku pada siang mu,

tapi kau tak bisa merengkuh malam ku begitu juga aku tak mampu menguasai siang mu.

Aku benci bila harus terus menjadi siang malam ini,

karena aku yakin kita tidak akan pernah bisa berdampingan,

kita hanya akan selalu dipertemukan pada senja dan dini hari

itupun hanya beberapa saat sampai akhirnya dalam kegelapan aku tetap tersendiri

menanti fajar kembali tuk memberikan senyum yang selalu kunanti.

07 Februari 2009

Pencuri


Kita terlahir sebagai pencuri, betapa tidak bahwa kita selalu
mencuri makanan dari piringnya
mencuri waktu dari hidup kita sendiri
mencuri hati seseorang dari ketenangannya
dan jiwamu dari kesendiriannya

Pencuri. . .
Ya itu tepatnya

karena kita tak pernah memberi ataupun meminta
kita selalu malu untuk meminta
dan kita terlalu kikir untuk memberi

Kasihan. . .

Kita lebih senang dikasihani
Dan Kita terlalu angkuh untuk mengasihi

Apa yang anda lakukan dengan Imajinasimu?

Best Offers