01 Januari 2015
Asa, Rasa dan Tiada
17 Agustus 2013
Just promise
19 Maret 2012
24 Hour, perfect time
12 Desember 2011
Untitled
Memiliki yang tak bisa kumiliki
Menyakiti hati yang seharusnya tak tersakiti
Betapa Tuhan menyempatkan dalam menciptakannya,
sebuah keindahan tanpa cela.
Tuhan ciptakan untuknya :
Rasa cinta pada setiap tetes airmatanya
Rasa nyaman pada tatapannya
Keindahan pada senyumannya
dan Kehangatan pada sentuhannya
Tuhan cuptakan untukku sebuah rasa untuknya
tapi mengapa Tuhan tidak menciptakannya untukku
Aku tak ingin menghapus senyum itu dengan ketiadaanku.
Tuhan... Jangan Bangunkan aku bila saat ini Engkau ciptakan mimpi itu ditidurku.
Biarkan aku tetap terlelap sampai waktuku tiba untuk terlelap.
dan biarkan mimpi itu tetap nyata di kehidupanku yang tak nyata.
21 Agustus 2011
G. A. P
Nak...
Bila Bumi memiliki poros untuk berotasi bergerak mengitari semesta searah alur hidup, maka akupun sama atas dirimu.
Inti bumi memiliki kekuatan dan pengaruh atas seluruh yang hidup di atasnya, maka engkau pun sama atas hidupku.
Nak...
Bila Mentari adalah sumber cahaya yang menuntun mata semesta dari kegelapan untuk melangkah, maka engkaupun sama, menuntun pada arah kemana aku harus berbuat.
Nak...
Biarkan jarak menjadi sebuah nama atas kiasan bentangan bumi
Biarkan perbedaan waktu menjalani hidupnya dengan nafas dari setiap detiknya
Biarkan semua musim berganti selaras usianya
Tapi jangan biarkan aku bersedih tanpa senyuman nakalmu.
Nak...
Aku rindu teriakanmu yang mampu buyarkan lelahku
Hai malaikat kecil nan dermawan dengan senyuman, kepakan kembali sayap pelangi itu, bermainlah kembali di halaman rumahmu
Hai malaikat kecil nan tabah bangun dari sakitmu dan berlarilah ke pelukan ibumu, Ia sangat merindukanmu
Hai malaikat kecil nan bijaksana ambillah kain dan seka airmata kami dengan tangan kecilmu
Nak...
Buat hidupku lebih nyata
Memandang matahari sebagai keceriaan
Memandang bunga sebagai keindahan
Memandang kedepan sebagai masadepan
Dan memandang surga sebagai tujuan
17 April 2010
Sebuah Akhir

Kupandangi wajah itu….
Terbaring, bertahan melawan rasa sakit tanpa seucap keluh
Pa….engkau tetap saja selalu menenangkan hati kami
Kupandangi wajah itu….
Terbaring, berusaha berkata dengan jemarimu
Pa…..dalam sakitmu kau ajarkan kami tegar
Sampai engkau ikhlaskan duniamu untuk menghadap Sang Pencipta
Minggu diakhir Januari 03.10,
Engkau pergi meninggalkan senyum termanis tanpa duka, tanpa cemas dan derita,
Pa'..selamat beristirahat di tempat terindah tanpa sebuah rasa sakit
Tunggu kami bila saatnya kami akan datang berkumpul...
Nyenyaklah dalam tidurmu.
01 Maret 2010
Duizend berg
Seribu gunung untuk sebuah nama
Seribu gunung untuk sebuah harapan dan cinta
Seribu gunung yang menyisakan kisah
Dan seribu gunung yang memisahkan raga
Seribu gunung hanya sebuah jarak
Seribu gunung tak akan mampu menghapus cerita
Tertinggal serpihan yang tak mampu tersatukan bukan karena jarak
Seribu gunung adalah keindahan, pandang dan kenanglah
untuk sebuah cerita yang sudah dan akan terlewati.
11 Februari 2009
Pintaku Bidadari
Aku tidak akan mencari ketika aku sudah menemukan.
Aku tidak akan bersedih walau ketika hanya senyummu saja yang hadir dihidupku.
Aku tidak akan merasakan cinta sesungguhnya ketika aku belum benar-benar kehilanganmu.
Hingga suatu saat…
Tak ada samudera terluas ketika aku harus menjemput cintaku
Tak ada waktu tersisa ketika aku harus bersamamu
Kau nafas terpanjang dalam hidupku ketika aku mencari mutiara dalam lautan hidup
Kebahagiaanku akan hadirmu, satu detik saat ini adalah selamanya bagi hidupku
Hingga aku Memohon…
Hiduplah bersamaku dan aku akan menjagamu
Menetaplah di jiwaku
Jadilah ibu bagi anak-anak cinta dan berikanlah mereka nama dengan kasih
Tinggallah dalam rumah mungil kita yang ku beri nama HATI.
09 Februari 2009
Cinta Dan Sebuah Kejahatan
Ini cinta atau sebuah kejahatan?ketika aku mencoba mematahkan sayap bidadari agar ia tak lagi kembali ketempat asalnya dan bisa terus bersamaku, walaupun aku tahu ia diciptakan bukan untuk bertemu pada waktu dan tempat dimana sekarang ini aku berada.
solusi, hanya persepsi-persepsi yang terbentuk tak beraturan karena Tuhan sendiri tak mungkin berkata apapun kepada mahluk seperti aku, kecuali hanya tanda pertanda yang tak mampu ku terjemahkan.
Berdosakah aku mengagumi karya terbesar-MU Tuhan ?
Salahkah aku mencintainya?
Bukankah Engkau sendiri yang menciptakan hati untukku?
Hingga suatu saat aku melihat sang bidadari menangis, air matanya berkilauan laksana intan berlian membasahi wajah cantiknya tapi ia tidak sedang menangis karena bersamaku akan tetapi ia bersedih karena diciptakan berbeda dengan cintanya.
Mustahil aku membandingkanmu dengan manusia dalam derajat yang sama,
karena kekecewaan itu bukan untukmu, walaupun semua manusia sempurna dalam penciptaannya.
Tuhan, adilkah takdir memisahkan hati yang saling mencinta? Walaupun aku tahu Engkau selalu
mempunyai rencana terbesar dibalik semuanya.
Satu Hati
Engkau adalah aku dan kita adalah cinta
Aku jasadmu dan engkau ruh yang menghidupkanku
Ketika seseorang bertanya tentangmu maka akulah jawabannya
Kebahagiaanku adalah tawamu dan kesediahanmu adalah kesendirianku
Harapanku adalah hidupmu maka biarkan aku menangis untuk kesedihan yang tak terucap olehmu.
Bidadari...
Tak perlu engkau katakan apa yang menjadi keinginanmu, biarkan cinta yang membaca kegelisahanmu
karena kita adalah dua individu satu hati dalam perbedaan.
Kita Dalam Perbedaan
Aku adalah malam dan engkau adalah siang.
Ku ikhlaskan dengan hatiku, ku tetapkan pada hidupku
Ku biarkan engkau berjalan pada siang mu dan aku pada malam ku.
Rasa yang tak dapat kita pertahankan bukan karena kita tak mampu merubah dan menjalaninya akan tetapi kita tak dapat berbuat apapun diatas sebuah takdir.
Kau mampu berjalan pada malam ku dan aku pada siang mu,
tapi kau tak bisa merengkuh malam ku begitu juga aku tak mampu menguasai siang mu.
Aku benci bila harus terus menjadi siang malam ini,
karena aku yakin kita tidak akan pernah bisa berdampingan,
kita hanya akan selalu dipertemukan pada senja dan dini hari
itupun hanya beberapa saat sampai akhirnya dalam kegelapan aku tetap tersendiri
menanti fajar kembali tuk memberikan senyum yang selalu kunanti.
07 Februari 2009
Pencuri
Pencuri. . .
karena kita tak pernah memberi ataupun meminta
Kasihan. . .
Kita lebih senang dikasihani

